RSS

Kamar Kecil dan Mahal, Penginapan di Hong Kong

Ketika traveling ke Hong Kong, tentunya saya harus menentukan dimana saya akan tinggal. Untuk tinggal di hotel yang mewah dan berbintang lebih dari 3 tentu bukan kelas saya. Mana bias backpacker kere kaya saya bayar mahal untuk hotel yang harga permalamnya bisa di atas sejuta rupiah. FYI, peningkatan harga property di Hong Kong termasuk yang tinggi di wilayah Asia, hal ini tentu karena wilayahnya yang kecil sehingga untuk membeli sebuah rumah atau apartemen bisa berlipat harganya daripada di Jakarta. Oleh sebab itu, gak heran kalau penginapan di Hong Kong itu mahal dan kecil.

Teman saya yang selalu traveling dengan gaya borju juga selalu mengeluhkan betapa kecilnya kamar hotel berbintang sekalipun di Hong Kong. Ketika traveling ke Hong Kong, saya sih gak banyak ekspektasi bakal dapet penginapan yang murah dan bersih. Ternyata emang bener, ternyata semua penginapan dengan kamar private dihargai lebih dari HKD300. Jangan berharap deh luas kamarnya luas banget, nanti malah kecewa. Fasilitasnya juga sedikit mengecewakan.

Saya sendiri ketika traveling di Hong Kong menginap di 2 penginapan yang berbeda, di Yesinn dan Lee Garden Guest House. Saya cukup puas dengan penginapan tersebut, walaupun fasilitas yang ada sangat minim, tetapi masih tetap terjangkau menurut saya. Misalnya saja ketika di Lee Garden Guest House, lift di dalam gedung harus dibuka pintunya secara manual, eh ketika masuk kamar, saya bisa mengganti channel televisi dengan kaki.

Kali ini saya juga akan merekomendasikan 3 penginapan di Hong Kong yang masih bisa dibilang nyaman dan ‘lumayan’ murah. Yang jelas, saya tidak merekomendasikan penginapan di Chung King Mansion, karena lewat depan bangunannya aja nyeremin, banyak sekali calo yang menawarkan penginapan, apalagi mereka menawarkan dengan tidak sopan dan memaksa. Chung King Mansion jelas menurut saya harus dihindari bagi yang traveling sendirian, apalagi kalo cewe. Hiiii….

Penginapan yang saya rekomendasikan adalah

Penginapan yang berada di pusat Tsim Tsha Tsui ini sangat saya rekomendasikan, walaupun harga yang mahal dan ternyata berbeda dari yang ada di website. Bangunan yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari Chung King Mansion ini adalah yang paling baru, bahkan lebih baru daripada Mirador Mansion. Jangan tanya ukuran kamar deh, kecil banget lah pokoknya. Saran saya, kalau memang mau memutuskan menginap di sini, anda lebih baik booking jauh hari lebih dulu, karena penginapan ini mungkin adalah yang terbaik di area Tsim Tsha Tsui, sehingga seringkali penuh.
Kelebihan lainnya adalah, Mr. Raymond sang empunya dan pengelola penginapan ini sangat ramah dan mau melayani orang walaupun cuma nanya-nanya doank. Hehehe.

2. Lee Garden Guest House http://www.starguesthouse.com.hk/
Saya menginap 2 malam di penginapan ini dan saya cukup puas dengan keadaan kamarnya, walaupun lagi-lagi harus saya katakan kamar ini kecil. Harga per-malamnya juga cukup mahal sekitar HKD 400. Menurut saya, harga segitu cukup worth it karena kamarnya sangat bersih dan harum.
Sebenarnya penginapan ini merupakan kongsi dengan Star Guest House, walaupun berkongsi tetapi gedungnya tetap berpisah cukup jauh.
Lokasi Lee Garden Guest House ini cukup dekat dengan gedung Yiu Fai Guest House dan masih berada di Tsim Tsha Tsui area yang tersohor di Hong Kong.
Oiya, kelebihan lainnya adalah, resepsionis dari Lee Garden Guest House ini adalah orang Chinese yang dulu kecil menghabiskan masa kecilnya di Medan, jadi bisa bahasa Indonesia. Staf cleaning servicenya adalah TKW dari Indonesia, jadi kalo iseng, ajak aja mereka ngobrol. Hehe.
Lihatlah betapa kecilnya kamar di penginapan ini. Tetapi sangat terawat dan bersih.

3. Yesinn HongKong http://www.yesinn.com/
Bagi para traveler pecinta penginapan mixed dorm, sangat tepat memilih penginapan ini. Pengalaman saya tidur di mixed dorm juga berawal di penginapan ini. Untuk harga mixed dorm 8 orang sangat murah, yaitu HKD 164 tetapi kamarnya sangat bersih dan harum. Staf resepsionisnya adalah seorang tenaga kerja asal Filipina yang sangat mahir dalam berbahasa Inggris, sehingga tidak menemukan masalah untuk berkomunikasi.
Kekurangannya dari penginapan ini adalah lokasinya yang jauh dari peradaban. Meskipun sangat dekat dengan MTR Fortress Hill tetapi sangat minim dengan hiburan, apalagi dengan pusat perbelanjaan bagi anda yang doyan belanja. Tapi, dengan lokasi yang jauh dari area turis, saya bisa merasakan aura orang lokal Hong Kong di Fortress Hill ini. Kebiasaan saya di sini adalah menonton orang lokal lalu lalang seperti gaya mereka berbelanja, menuju ke sekolah, melihat aktivitas ekonomi yang tumbuh sangat pesat di Hong Kong.
Pengalaman saya menginap di mixed dorm di sini sangat berkesan, karena saya mendapatkan teman baru dari berbagai negara seperti Belgia, Australia, bahkan kami sekamar bareng cewe asal China Mainland yang bahasa Inggrisnya aduhai. Tapi saya tetap malu karena ada seorang dari mereka terheran-heran karena saya yang orang keturunan Chinese malah tidak bisa berbahasai Mandarin. :(

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments: