RSS

Ikutan Tour...?

Bagi orang-orang Indonesia, jalan-jalan baik domestik atau internasional umumnya ikutan paket tour yang disediakan oleh banyak travel agent di Indonesia. Travel agent itu sendiri gencar banget mempromosikan paket tour mereka di media massa maupun membuka konter di mal-mal ketika beberapa bulan sebelum musim high season berlangsung. Yah, memang paket tour adalah salah satu cara untuk jalan-jalan tapi bukan satu-satunya cara untuk jalan-jalan, karena banyak orang Indonesia beranggapan bahwa paket tour dari travel agent adalah satu-satunya cara untuk jalan-jalan, padahal gak sama sekali.

Saya akan berpikir berkali-kali untuk ikutan tour. Beberapa faktor seperti negara tujuan, pengurusan dokumen (visa dll), kendala bahasa, dengan siapa saya pergi dan sebagainya merupakan faktor terkuat untuk saya ikutan tour. Terutama kalau saya dapet paket tour gratis sih saya mau pastinya. Dengan ikutan tour memang udah enak segala-galanya, kita tinggal bawa diri kita saja dan bawa uang secukupnya karena paket tour sudah termasuk makan, tiket ke suatu objek, pokoknya beres dah. Nah, hal inilah yang menyebabkan banyak orang Indonesia yang tipikal gak mau repot untuk ikutan paket tour karena semuanya udah beres diurusi sama travel agent, bahkan kartu imigrasi pun udah ditulisi oleh travel agent.

Tapi, disamping faktor kelebihan paket tour tadi ternyata ada faktor kekurangannya juga loh. Pertama, dari pengalaman saya mengikuti paket tour adalah saya paling sebel di 'hayo hayo'. Hal ini terjadi karena jadwal paket tour sangat lah padat dat dat, dalam sehari saja bisa mengunjungi 8 objek wisata, oleh karena itu waktu sangatlah penting dalam hal ini. Sebagai orang yang cukup on-time saya juga benci sama anggota tour lainnya yang suka lelet dan in-time, ya ampun ngaretnyaaa, pernah ketika saya batal mengujungi patung es di Beijing karena ada satu orang anggota tour yang terlambat berkumpul, gak kira-kira lagi terlambat 30 menit sendiri, tentu saja saya langsung misuh-misuh padahal saya ingin sekali melihat patung es tersebut.

Kedua, jujur saja saya bukan orang tipe yang suka berbasa-basi dengan orang lain. Haduh, gilanya orang Indonesia ini suka banget sama yang namanya berbasa-basi. Kalau sekadar berbasa basi tentang kuliah dimana, tinggal dimana itu sih masih oke buat saya tapi kalo udah saya harus mendengar dia bercerita tentang kekayaan dia, cara dia sukses dan lain lain, ih mulai deh saya males dan bete. Heyyy, ur way its not my way, you knoww, kesuksesan yang saya bisa raih yah tentu jalannya berbeda dari dialah dan gak perlu dikoar-koarkan.

Ketiga, dengan ikutan tour maka saya tidak bisa mencicipi makanan khas lokal. Ketika saya mengikuti paket tour ke Malaysia saya boro-boro diajak mencicipi nikmatnya nasi lemak walaupun nasi lemak sama saja dengan nasi uduk yang biasanya tersedia pagi-pagi di Indonesia ala mbok-mbok. Bahkan, nasi lemak asli Melayu yang saya benar-benar dapatkan rasanya adalah ketika saya mengunjungi Pulau Penang Malaysia yaitu kaki lima dekat dengan Gurney Plaza. Rata-rata paket tour itu makanannya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia yaitu Chinese Food dan harus Nasi.

Keempat, ketika kita mengunjungi suatu objek wisata maka polanya adalah turun dari bis, kemudian foto di objek wisata tersebut dan diberi waktu sangat terbatas untuk jalan-jalan dan mengamati objek wisata tersebut. Bah, saya orang yang suka untuk memperhatikan dan mengamati objek wisata dan senang berleyeh-leyeh dengan waktu yang lama. Misalnya untuk mengunjungi pantai Kuta di Bali saya butuh waktu lama untuk bermain-main di sana, padahal alokasi waktu untuk melihat pantai jika ikut paket tour tidak lebih dari 1 jam dan tentunya tidak bisa berenang karena baru sampai pantai beberapa menit berlalu langsung dihayo-hayoin untuk kembali ke bis. Uh, malasnyaa, selain itu ngobrol dengan orang lokal adalah kegiatan yang menyenangkan buat saya yang tidak dapat ditemukan jika mengikuti paket tour.

Kalau saya akhirnya harus mengikuti paket tour itu karena saya pergi bersama keluarga saya yang memiliki waktu libur yang sedikit sehingga alangkah lebih baik jika ikut paket tour. Itupun seringnya hanya 1 kali setahun pada saat lebaran. Kemudian jikalau saya harus mengikuti paket tour pun karena kendala bahasa, misalnya kalau saya harus mengunjungi Jepang dan China (lagi) maka saya memilih paket tour daripada ribet untuk berkomunikasi di sana, selain itu juga jika saya harus pergi ke tanah suci Israel mungkin saya akan ikut paket tour karena melalui cara ini sajalah saya bisa berkunjung ke tanah suci karena yaa tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel untuk mengurusi masalah visa gimana donk?

Nah, yang terakhir kalau saya harus ikut paket tour karena GRATIS, kenapa enggak?hehe. Hari gini siapa sih yang gak mau barang gretongan. Misalnya saya berkesempatan mengunjungi Vietnam selama 6 hari gratis, selain itu saya juga berkesempatan menikmati kapal pesiar nan mewah Royal Caribbean dengan rute Singapore-Penang-Kuala Lumpur-Singapore gratis. Tak perlulah saya ceritakan mengapa saya bisa dapatkan itu GRATIS. Pada akhirnya saya tetap mencintai jalan-jalan dengan independent, cari info dan mempelajari tempat yang kita kunjungi merupakan kegiatan yang menyenangkan sebelum pergi jalan-jalan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments: